Mungkin blog ini merupakan pelarianku disaat aku ingin bercerita tentang semua perasaanku. Aku tidak pernah bisa berbicara didepan orang, semua kata-kata yang aku pikirkan sepanjang waktu tidak akan keluar dari mulut, tetapi akan keluar melalui gerakan-gerakan jemariku ini, entah... Sekalipun aku bercerita mengenai masalahku ke pacarku secara langsung, aku tidak bisa mengungkapkan semua masalah dan perasaanku yang sebenarnya, maka dari itu aku menceritakan setengah dari cerita hidupku ke pacarku melalui sms, ya, aku berbicara jika dia memaksa.
Aku adalah tipe orang pendiam, jahat didalam pikiran, selalu menangis setiap waktu, overthink, dan mempunya gangguan mental anxiety disorder. Aku menangis hampir setiap malam semenjak 5,5 tahun yang lalu pada saat aku berumur sekitar 11 tahun, aku hanya tinggal disebuah rumah yang cukup besar di ibu kota provinsi Lampung bersama pembantu, dengan kakak yang bersekolah di SMA dan tidak pernah pulang ke rumah sebelum jam 10 malam, dan juga kedua orang tua ku yang bekerja diluar kota. Aku dulu tinggal bersama orang tua ku - disuatu kawasan pabrik diluar kota - sejak aku lahir hingga berumur 11 tahun. Kemudian orangtua ku memutuskan untuk memindahkan sekolahku untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Bukannya lebih baik, hidupku disini lebih buruk, aku tinggal bersama pembantu dengan mengganggap aku tidak mempunyai kakak. Hampir setiap hari kawasan kota Bandar Lampung mati lampu pada saat itu, dan jangka waktu mati lampu hampir lebih dari 6 jam.
Disetiap malam aku menangis, entah berapa banyak aku menghabiskan air mata. Aku selalu menelpon orang tua ku, meminta mereka untuk berada disini, tidak bisa. Mereka memberikanku apa saja yang aku mau agar aku tidak menangis lagi, bahkan ketika aku meminta handphone tepat seminggu sebelum ujian nasional SD, mereka membelikanku, dan tepat setelah orangtua ku membelikan handphone tersebut dan aku tidak mau, mereka membelikan handphone lainnya untukku, yang pada saat itu kedua handphone tersebut sedang ada pada harga tertinggi. Entah apa yang mereka pikir, aku hanya membutuhkan kasih sayang mereka,
Sekarang aku kelas XI SMA, aku pindah ke kota Malang, orangtua ku keluar dari pekerjaannya, Papa pindah kerja di Semarang, sedangkan mama tidak bekerja lagi, Kakak kuliah di UB dan adikku masih SD.
Mama bilang, dia keluar dari pekerjaannya karena aku, tapi satu hal yang aku bingung, kenapa mama keluar dan berusaha untuk memperhatikanku disaat aku sudah mandiri dan tidak lagi membutuhkan bantuannya?
Orang tuaku telat dalam memberikan perhatian, aku dikekang seperti anak SD yang seharusnya mereka lakukan itu sekitar 6 tahun yang lalu, mereka pikir mereka perhatian sedangkan ini adalah waktuku untuk mencari kebebasan....
Mereka salah...
Mereka pikir mereka yang terbaik..